MUSI BANYUASIN ( MATA RATU )
Suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sekayu berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. Ribuan keluarga warga binaan memadati area lapas untuk bersilaturahmi pada hari pertama Lebaran, Sabtu (21/03/2026).
Sejak pagi hari, tepatnya pukul 07.00 WIB, area parkir lapas sudah dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai daerah untuk bertemu dengan anggota keluarga mereka yang tengah menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Sekayu, Aris Sakuriyadi, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung pada hari pertama Lebaran mencapai 1.158 orang, terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak.
“Layanan kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan penghargaan kepada warga binaan agar tetap dapat merasakan kebahagiaan Idul Fitri bersama keluarga,” ujarnya.
Tingginya angka kunjungan ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan momentum Lebaran untuk mempererat hubungan kekeluargaan.
Untuk memastikan kenyamanan dan ketertiban, pihak lapas membagi layanan kunjungan menjadi dua sesi, yakni sesi pagi pukul 09.00–12.00 WIB dan sesi siang pukul 13.00–15.00 WIB.
Pengaturan tersebut dilakukan guna menghindari penumpukan pengunjung serta menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.
Kalapas Sekayu juga turun langsung mengawasi jalannya layanan kunjungan sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, pelaksanaan kunjungan tatap muka di hari pertama Lebaran berlangsung aman dan tertib,” jelasnya.
Momen pertemuan antara warga binaan dan keluarga dinilai memiliki dampak positif terhadap kondisi psikologis serta meningkatkan semangat mereka dalam menjalani masa pembinaan.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan sosial dan emosional di dalam lapas.
Tingginya kunjungan masyarakat pada momen Lebaran ini juga mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan publik, khususnya di sektor pelayanan sosial dan keamanan, sekaligus menegaskan pentingnya sistem pelayanan yang profesional dan terorganisir dalam menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat.
(**)




